K-Drama dibandingkan dengan I-Drama (sinetron-red)

dua judul drama diatas memiliki pusat cerita yang serupa yaitu tertukarnya 2 orang anak perempuan secara tidak sengaja, perbedaanya ada pada penekanan cerita dan juga alur cerita keduanya, konflik pada twinkle lebih rumit dan juga menarik.

Belakangan semakin banyak drama korea dan jepang yang tayang di Indonesia dan memikat pemirsa khususnya yang muda-muda, berikut adalah hal-hal yang (menurutku) menjadi penyebab generasi muda Indonesia lebih suka drama korea / jepang di banding sinetron:

  • j/k-drama punya episode yang lebih sedikit (jauuuh labih sedikit dibanding sinetron), satu k-drama umumnya hanya punya 20an episode, yah..kalo panjang juga paling masih dibawah 100 episode. Bandingkan  dengan sinetron yang bisa sampe 300an episode bahkan lebih dengan penayangan satu jam sehari dan 5kali seminggu, kalo drama korea akan habis dalam 1 bulan dengan 2 jam tayang perhari 5 kali seminggu,maka sinetron bisa sampai bertahun-tahun.
  • Sinetron punya penokohan yang monoton dan konflik yang itu-itu saja, satu sinetron dan sinetron lain sama sekali gak ngasih feel berbeda setiap kita tonton rasanya sama,ya monoton itulah!,walaupun dalam setiap promosi selalu dikatakan bahwa “ini sinetron yang lain dari yang lain!” tapi tetap saja semuanya terasa stereotype, kalo sinetron hantu lagi disuka tiba-tiba semua sinetron ada hantunya, kalo sinetron si-bego lagi ngetop semua tv punya si-bego masing.  Lain halnya dengan drama korea yang punya penokohan yang beragam dengan latar belakang yang beragam pula, dalam 1 drama kita di ajak melihat kehidupan percintaan artis terkenal dan gadis penulis cerita lepas (full house), di drama lain kita di ajak memasuki dunia para pembuat roti dan problematika hidupnya (bread,love n dreams), dalam setiap drama korea selalu disuguhkan latar belakang yang berbeda dari tokoh utamanya lengkap dengan seluk beluk profesi sang tokoh yang menambah pengetahuan kita tentang hal-hal yang sebelumnya kita tidak tahu. dalam drama korea selalu ada cinta segi tiga yang menjadi stereotype drama korea, tapi ini tertolong dengan plot dan juga karakter yang beda, sehingga membuat kesan dari cinta itu juga menjadi terasa “sedikit” berbeda.
  • View dalam drama korea cenderung menunjukan kebersihan tempat-tempat disana, hal ini terdapat juga pada drama jepang dan Taiwan, dalam drama juga ditunjukan prilaku hidup besih, dapur yang tertata rapi, rutinitas membuang sampah dan yang paling umum adalah acara sikat gigi sebelum tidur, kelihatanya mereka menyadari betul bahwa apa yang mereka tampilkan akan ditiru oleh para pemirsanya.
  • Dalam bermain drama para artis korea cenderung merubah penampilan, gaya berpakaian, warna rambut, model rambut dan hal hal lain yang tujuanya agar terlihat berbeda dari drama sebelumnya jadi selain penghayatan peran di anggap penting mereka juga berusaha memberi image pada peran yang dimainkan. Sedangkan di sinetron kalo diperhatikan seorang artis punya kemonotonan dalam berpenampilan dan terjebak pada gaya yang begitu terus.
  • Tokoh dalam sebuah drama korea biasanya punya sesuatu yang khas misalnya saja gaya rambut yang khas (contoh: han ji eun/fullhouse, chun hyang/ sassy girl chun hyang, Jeremy/he is beautiful), atau cara berpakaian yang khas (co: geum jan di yang selalu pakai parka, para pria yang biasa menggunakan jas dipadu dengan sembarang celana), hal-hal seperti ini memicu tren penampilan loh!,dan hal ini seperti di abaikan oleh sinetron yang yahh penampilan artisnya gitu-gitu aja.
  • Kalau di amati drama korea akan lebih banyak menyorot pemain secara penuh (seluruh badan),makanya kita bisa lihat sepatunya juga seringnya scene itu mengambil gambar setengah badan ke atas. Nah kalo sinetron lebih banyak close up.
  • Karena episode yang lebih sedikit maka drama korea lobih focus pada satu jalan cerita saja dan akan berahir pada jumlah episode yang ditentukan. Sedang sinetron suka mbeleber jalan ceritanya menganak pinak ke kiri dan ke kanan yang pada akhirnya baru selesai saat gak ada lagi yang nonton.
  • Hal yang sama pada setiap drama korea adalah cinta segi tiga atau segi empat hal ini terus berulang pada setiap drama. Sedang hal yang terus berulang pada sinetron adalah yang baik selalu kalah oleh yang jahat.
  • Dalam drama korea  peran antagonis juga punya alas an kenapa dia jadi jahat dan menunjukan sisi jahatnya dengan senyum dan tingkah laku. Dalam sinetron peran antagonis lahir karena sifat saja tanpa latar belakang yang jelas kenapa jadi jahat dan  untuk menunjukan sisi jahat biasanya pake suara hati.

Tagged: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: